Kamis 8 Januari merupakan hari penerjunan buat kami mahasiswa KKN Tematik Posdaya untuk daerah kabupaten lumjang. Hari itu merupakan hari pertama buat kami menempati posko KKN. Kelompok kami KKN 111 memilih untuk tinggal dibalai desa tempat kami ditempatkan, yaitu desa Rowokangkung. Dengan beberapa pertimbangan bersama kelompok kami memutuskan untuk tinggal dibalai desa. Alhasil dengan kehadiran kami, tempat yang biasanya digunakan sebagai perkantoran beberapa tempat haru disulap menjadi pemukiman kecil untuk kami sementara.

Hari itu saya mendapat suatu kabar yang kurang baik dari kampus, dimana salah satu matakulih praktikum yang saya tempuh disemester kemarin hanya mendapat nilai C dan ditawarkan adanya ujian perbaikan (UP) pada hari itu juga. Dengan perasaan sedikit kesal saya kembali ke jember hari itu dan mengikuti UP. Karena UP yang dilaksanakan pukul 4 sore, saya tidak berani lagi kembali ke posko. Saya takut karena begitu banyak isu yang kurang baik tentang jalanan sekitar lumajang. Besoknya saya kembali ke posko bersama dua teman saya yang kembali ke Jember untuk mengambil sepeda motor pada hari itu, karena pada hari pemberangkatan dari LPM hanya mengijinkan membawa dua sepeda motor untuk tiap kelompok.

Sesampainya di posko sedikit rasa canggung buat saya, karena itu hari pertama buat saya tinggal ditempat itu dan dengan beberapa keterbatasan. Awalnya saya mulai sedikit merasa tidak enak, karena teman saya bercerita kehilangan satu peralatan mandi. Selain itu saya juga semakin aneh saat mereka bercerita bahwa sehari sebelumnya ada beberapa pemuda yang mandi di kali depan balai desa yang sekarang menjadi tempat tinggal kami tanpa menggunakan pakaian sama sekali. Sedikit menggelitik memang, tapi saya lebih merasakan takut dari pada lucunya.

Satu malam diposko pun saya lewati. Karena kami tinggal dibalai desa, kami telah membuat kesepakatan kalau sema harus sudah selesai mandi sebelum jam 07.00 pagi. Jadi pagi itu sehabis menyapu balai desa, saya segera mandi karena takut nantinya mengantri lama. Saat mandi saya merasa ada yang aneh dengan tempat sabun saya. Saya merasa ada beberapa barang yang tidak ada disitu. Tapi awalnya saya kira teman saya meminjamnya namun setelah saya pikir-pikir kenapa shampoo dan conditioner saya tidak dikembalikan??. Toh kami semua mandi di kamar mandi yang sama dan apa gunanya alat mandi itu dipindahkan?

Selesai mandi saya segera menanyakan pada teman-teman saya apa ada yang melihat atau memakai shampoo dan conditioner saya dan seperti yang saya duga, tidak ada satu pun dari teman saya yang  tau soal alat mandi saya yang hilang.  Dongkol sekali dalam perasaan saya hari itu, hari pertama menempati posko langsung kehilangan dan yang anehnya itu alat mandi. Segitunya kah orang yang mengambil alat mandi itu mempunyai niat mencuri sampai barang yang seperti itupun diambil??? Saya sedikit bingung dan merasa tidak masuk akal dengan kejadian pagi itu.

Kekesalan saya tidak dapat saya sembunyikan, saya menjadi sangat badmood hari itu, tapi kami harus survei ke sekolah dasar di Nogosari yang niatnya kami beri les tambahan sesuai proker awal kami yaitu Nogosari pintar. Awalnya saya mau membatalkan survei, hanya saja saya juga bingung dengan diri sendiri, kenapa saya begitu kesal hana karena alat mandi yang hilang? Saya jadinya merasa diri saya sedikit berlebihan menanggapi hal itu dan saya pun memutuskan untuk berangkat survei.

Sehabis survei saya mulai lupa dengan kejadian pagi itu dan mulai merasa nyaman kembali ditempat itu, walaupun masih ada sedikit kebingungan yang tersisa dipikiran saya, masak alat mandi saja dicuri? Tapi seiring banyaknya pembicaraan yang muncul diantara teman-teman KKN saya mulai lupa dengan itu.

Setelah mandi sore, kami pun makan malam bersama, hari itu malam minggu pertama yang kami lewati bersama dengan teman-teman KKN. Sehabis makan, saya merasa cukup lelah malam itu dan berniat untuk segera tidur. Sehabis meminyaki tangan dan kaki saya sambil pijat sendiri, saya sudah berniat untuk tidur awal. Ternyata setelah itu salah satu teman KKN saya memanggil saya buat rapat untuk perencanaan kegiatan besok. Rapat ataupun kumpul biasanya kami lakukan di mushola balai desa yang juga merupakan tempat teman-teman KKN laki-laki tidur. Setelah selesai pijat saya pun bergabung bersama teman-teman yang lain buat rapat.

Saat meninggalkan kamar tidur perempuan, HP saya dalam keadaan lowbatt, jadi saya mencharger HP saya dan meninggalkannya didalam kamar. Sama sekali tidak ada firasat buruk yang muncul saat saya meninggalkan kamar.setelah selesai rapat harian kami pun lanjut bercerita bersama teman-teman KKN. Sekitar jam 21.30 saya ingin istirahat dan kembali ke kamar. Saat saya kembali saya tidak menemui lagi HP saya di kamar. Sebelumnya saya mengira ini hanya ulah teman saya saja yang iseng, ternyata tidak HP saya ternyata memang hilang dicuri orang.

Saat sadar kalau kejadian itu bukan ulah iseng teman saya, saya spontan kaget dan emosi. Saya tidak dapat mengontrol diri saya dan menangis sambil menghubungi Bapak saya. Bapak saya hanya mengatakan sabar dan ikhlaskan yang membuat saya makin emosi karena saya benar-benar tidak ikhlas dan merasa dibodoh-bodohi oleh pencuri itu. Setelah saya menumpahkan semua emosi saya dengan  menangis dan bercerita pada bapak saya, saya baru sadar kalau tangisan saya sekeras apa pun tidak akan mengembalikan HP saya.