by : Abdiah Murtaqi, kel 117  Desa Sumbersari

Sekilas Tentang Hama Keong

Dalam dunia pertanian, hama keong mas merupakan hama yang tidak asing lagi karena memiliki daya rusak yang tinggi terhadap padi dengan cara memakan tanaman padi muda yang baru ditanam pada saat pertumbuhan awal. Serangan keong mas yang parah dapat mengakibatkan tanaman padi yang baru di tanam habis total. Dengan perkembangbiakan yang cepat, dimana keong mas tumbuh pada kondisi lingkungan yang sesuai, siput ini akan mempercepat pertumbuhan dan perkembangannya dengan besar dan ukuran tubuh siput ini yang dapat mencapai dimater 6-8 cm. Setelah mengadakan perkawinan antara siput jantan dan betina, maka siput betina mampu bertelur 300-500 butir tiap ekor. Induk yang besar bertelur lebih banyak dibandingkan dengan yang kecil. Tiap induk dalam 1 bulan mampu bertelur 15 kali. Telur diletakkan diatas permukaan tanah atau menempel pada batang padi, tanaman pematang atau akar akar pohon agar memeproleh suhu yang tinggi dan sinar matahari, selanjutnya dalam jangka waktu 14-17 hari telur sipu ini sudah mulai menetas. Keong mas ini tiap induk dalam waktu 1 bulan mampu memproduksi telur 4.500 s/d 7.500 butir. Perkembangan lebih cepat bila hidup pada lingkungan sawah yang rawa dengan makanan tersedia cukup banyak dan tidak ada predator bagi telur keong ini seperti ikan, burung, semut atau tikus.

Keong dalam Menyebabkan Gagal Panen di Desa Sumbersari Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang

Pertanian tanaman padi Desa Sumbersari Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang gagal panen akibat adanya hama keong mas. Akibat hama ini, para petani Desa Sumbersari mengalami penurunan hasil panen. Menurut wawancara yang penulis lakukan terhadap beberapa sample petani, terjadi penurunan rata-rata dari jumlah panen yang semula dapat mencapai 30-35 sak turun hingga menjadi 2-4 sak saja. Hal ini sangat meresahkan petani, dan  dikhawatirkan dapat menggangu pasokan beras di pasaran karena kawasan Desa Sumbersari adalah salah satu sentra utama penghasil padi di Kabupaten Lumajang.

Menurut informasi yang penulis peroleh, hama tersebut tidak hanya menyerang bagian batang padi, tapi juga seluruh helai daun tanaman padi. Para petani di Desa Sumbersari mengeluh, hama keong mas menyerang tanaman padi usia baru tanam hingga setengah bulan dimana serangan hama makin ganas saat habis turun hujan hingga tidak menyisakan batang dan daun padi, sehingga membuat padi mati. Akibatnya, petani terpaksa harus menanam padi baru. Petani mengatakan bahwa hama keong mas ini bukanlah sebuah masalah baru bagi para petani di Desa Sumbersari, sebab keong mas menyerang tanaman padi di Desa Sumbersari telah berlangsung sejak empat tahun silam, namun tahun 2014 terbilang paling parah yang mereka rasakan karena tingginya curah yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Cara pemusnahan hama dengan pestisida dapat  dinilai tidak efektif, karena selama ini racun keong dalam memusnahkan hama hanya memusnahkan telur-telurnya saja. Dan dengan harga racun yang tinggi, malah membuat dana yang digunakan oleh membengkak, sehingga kemudian hal ini menyebabkan penurunan keuntungan yang pada akhirnya makin mempersulit kondisi keuangan petani